Mari Bantu Cegah Global Warming

5 12 2007

Global warming tak terbantahkan adalah isu yang paling hangat akhir akhir ini, tak kurang presiden SBY ikut menyerukan bahayanya global warming hal ini tentu sangat beraalasan karena global warming atau pemanasan global adalah suatu permasalahan bagi semua orang di dunia dan mempunyai efek negatif bagi dunia terutama adalah terjadinya perubahan iklim yang terjadi karena efek rumah kaca andai suatu ketika bumi terasa begitu panas dikala musim hujan, dan terjadi kekeringan di beberapa daerah tertentu, bisa jadi itu dampak awal yang paling kecil dari adanya perubahan iklim, yang disebabkan peningkatan gas rumah kaca. Akibat yang merugikan dari perubahan iklim ialah perubahan terhadap lingkungan fisik dan biota. Dampaknya, terjadi kerusakan terhadap komposisi ketahanan atau produktifitas ekosistem alam. Hal ini berpengaruh sekali terhadap kesejahteraan dan kesehatan manusia..

Proses terjadinya perubahan iklim ini, diawali dengan masuknya radiasi matahari dan terjebaknya radiasi itu di dalam atmosfir, akibat gas rumah kaca. Sehingga menaikkan suhu di permukaan bumi. Efek terjebaknya radiasi inilah yang dikenal dengan sebutan Efek Rumah Kaca. Bertambahnya Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer, seperti CO2 dari kendaraan bermotor, gas metan dari lahan pertanian, limbah yang tidak diproses, dan CFC alias freon dari hairspray akan menahan lebih banyak radiasi matahari dari yang dibutuhkan kehidupan di bumi. Maka, akan terjadi pemanasan global (global warming), yaitu naiknya suhu permukaan bumi. Gejala ini juga diikuti dengan naiknya suhu air laut, perubahan curah hujan, perubahan frekuensi dan intensitas badai, dan naiknya tinggi permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub. Artinya, perubahan iklim ini ternyata akan menyebabkan perubahan yang tidak sedikit. Bukan hanya bagi industri pertanian, perikanan, pariwisata, tetapi bagi kita semua dalam bentuk krisis air bersihmeningkatnya frekuensi penyakit tertentu, dsb.

images.jpg

Di nusa dua Bali pada tanggal 2 desember 2007 berlangsung konferensi PBB tentang perubahan iklim yang dihadiri oleh lebih dari seratus negara di konfrensi ini tentu saja dibicarakan tentang berbagai isu penanggulangan perubahaan iklim, dari pengurangan emisi karbon dioksida di Negara maju sampai deforestasi dan kerusakan lingkungan di Negara berkembang, bagi sebagian orang tentu saja isu tersebut terkesan terlalu besar dan seakan tak terjangkau namun bukan berarti kita sebagai seorang warga di planet bumi ini berdiam diri seolah olah masalah tersebut hanya masalah para pemimpin Negara dan para petingi lainnya, berikut adalah tips tips bagaimana cara kita ikut “konfrensi PBB tentang perubahan iklim” dari rumah kita sendiri.

Penghematan Lampu dan AC
o Jika ruangan sudah terlalu dingin, kecilkanlah AC
o Tutuplah pintu ruang-ruang yang tidak terpakai, dan tutuplah pintu dan jendela dalam ruangan ber-AC
o Matikan lampu dan alat listrik lainnya saat meninggalkan ruangan
o Gunakanlah lampu kecil yang terfokus ke daerah kerja, seperti untuk membaca, menjahit, menulis, dsb daripada menggunakan lampu besar yang boros.
o Jika membeli lampu belilah lampu fluorescent atau (Compact Fluorescent Light/CFL). Meski lebih mahal harganya namun bisa menghemat 80 persen dan delapan kali lebih lama dibanding lampu pijar
Penggunaan alat Masak dan Kulkas
o Gunakan microwave untuk memanaskan. Ini akan menghemat 70 persen dibanding pakai kompor
o Memasaklah dengan panci dan wejan yang berat dan dasarnya rata karena akan menyerap panas lebih baik dibanding wejan yang ringan lagi melengkung
o Ceklah selalu kondisi insulator kulkas (karet pada pintu kulkas) dengan menyelipkan selembar kertas.
Biasakan selalu menggunakan barang daur ulang.

Pemanasan global dan perubahan iklim jelas tak dapat dianggap enteng. Dampaknya sangat merugikan umat yang bercokol di muka bumi. Dengan melakukan penghematan energi dan mereduksi penggunaan gas rumah kaca, berarti kita telah berperan menyelamatkan dunia, menyelamatkan anak cucu, dan mari kita mulai bersama dari sekarang. Bisa kan?
(Disusun oleh Mapala Justitia FH Unlam)





DIKSAR XXIII Mapala Justitia FH Unlam

3 12 2007

Pendidikan dasar (Diksar) Kepencintaalaman dan hukum lingkungan Ruangan dan lapangan Mapala Justitia FH Unlam yang berlangsung dari 7-18 November 2007 di kampus Fakultas Hukum Unlam dan Tahura mandiangin Kabupaten Banjar telah berakhir dari beberapa peserta yang mengikuti Diksar ini 4 orang yang berhasil melaluinya dan selesai seluruh tahapan diksar (dari awalnya 8 orang) dan berhasil mendapat predikat sebagai Calon Anggota (calang) Mapala Justitia FH Unlam sehingga dari seluruh Panitia Diksar XXIII MJFH dan Jajaran pengurus serta senior mengucapkan selamat. Mereka adalah :

1. Kuwat satrio adi

2. Mario roberto samosir

3. Nita Rahayu

4. Pramudya Setiawan

Kami mengharapkan agar adik-adik kami ini nanti dapat berhasil menyelesaikan seluruh tahapan dan menjadi anggota penuh Mapala Justitia FH Unlam. Bravo Justitia !!.

diksar1.jpg diksar6.jpg

diksar5.jpg