SOSIOLOGI DESA BELANGIAN KAB. BANJAR

21 08 2008


SALAM LESTARI !

Naik gunung memang melelahkan tetapi apabila kita sudah menapaki puncaknya lain hal lagi, di mana saat kita berada di atas puncak di situlah kita merasa bahwa manusia memang kecil, tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan kekuasaan Tuhan. Keelokan Bumi di Indonesia memang tidak diragukan lagi, salah satu karunia Tuhan kepada bangsa ini salah satunya adalah Hutan Lindung Kahung yang terletak di desa Belangian kecamatan Aranio Kabupaten Banjar. Perjalanan tersebut diitempuh dengan menggunakan kelotok atau kapal kecil sekitar dua jam perjalanan dari pelabuhan Riam Kanan. Naik gunung belum lengkap rasanya kalau belum melakukan Sosiologi Pedesaan, hal tersebut dilakukan agar kita dapat mengetahui mengenai sejarah, mata pencaharian, religi yang dianut, pendidikan, sistem pemerintahan, kebudayaan dan sebagainya. Tulisan kecil ini walaupun tidak secara lengkap mengulas mengenai profil Desa Belangian, tetapi paling tidak dapat memberikan sedikit wawasan atau pengetahuan umum tentang desa tersebut.

* SEJARAH DAN LATAR BELAKANG DESA BELANGIAN

Desa ini terletak di Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, Tempatnya terpencil dan dikelilingi oleh perbukitan serta jumlah penduduknya bisa dibilang tidak terlalu besar. Menurut cerita masyarakat setempat desa Belangian pada mulanya adalah tempat menetap para pendulang emas yang dulunya banyak terdapat disana, karena tempat pendulangan itu jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggal mereka dan untuk memudahkan mereka menjual hasil tambang tersebut, maka para pendulang tersebut berinisiatif untuk membuat suatu pemukiman yang pada awalnya hanya khusus untuk para pendulang. Kemudian para pendulang turut membawa serta keluarganya dan terus berkembang hingga akhirnya tempat pemukiman itu menjadi besar dan tidak hanya terbatas pada tempat berteduh sederhana, tetapi mulai berkembang menjadi tempat tinggal yang lengkap layaknya ada pada sebuah rumah.

Seiring berjalannya waktu, pemukiman tersebut berkembang menjadi desa kecil. Keakrabanpun terjalin antara keluarga pendulang emas dan bahkan jumlah orang yang tinggal disana bertambah bukan hanya dari kalangan pendulang tetapi juga dari orang-orang yang datang berniaga untuk memenuhi kebutuhan orang-orang disana, seperti penjual kebutuhan sehari-hari. Keakraban yang lama terjalin membuat mereka nyaman tinggal di daerah tersebut, perasaan senasib juga mungkin menjadikan mereka lebih bisa bekerja sama dalam berbagai hal, inilah yang membuat mereka enggan untuk meninggalkan tempat itu walaupun persedian emas sudah menipis dan tidak banyak lagi ditemukan yang membuat penduduk di desa tersebut beralih mata pencaharian lain seperti berladang, berternak ikan dan lain-lain.

Semakin lama kehidupan mereka semakin komplek dan dengan sendirinya susunan sosial masyrakat tercipta secara perlahan dan terjadilah kontrak sosial (contract social) dari masyarakat untuk menentukan pemimpin, dan juga seperti yang kita ketahui bahwa “ibi societas ibi ius’ atau dimana ada masyarakat disitu ada hukum, maka hukum kebiasaan (Adat) maupun hukum positif menjadi pengatur dalam masyarakat.

* Sistem Kehidupan Masyarakat dan Penunjangnya

- sistem pemerintahan

Sistem pemerintahan masyarakat desa Belangian pada saat sekarang ini dipimpim oleh seoarang kepala desa atau yang lazimnya disebut Pembakal. Pembakal dipilih setiap lima tahun sekali dan dipilih dengan musyawarah dari seluruh warga dan kalau tidak berhasil dengan musyawarah maka pemilihan langsung dengan suara terbanyak sebagai pemenanglah yang akan dilaksanakan, tapi biasanya hal ini jarang terjadi karena rasa kekeluargaan yang tinggi dan juga perasaan kebersamaan membuat mereka lebih arif dalam menghadapi perbedaan pendapat yang selama ini menjadi ciri masyarakat desa yang pada umumnya masih terkebelakang tapi memiliki semangat kebersamaan yang tinggi yang jarang ditemukan dikota yang kehidupannya lebih komplek dan beragam.

Fungsi Kepala desa atau pembakal disini bukan hanya sebagai perangkat desa yang tertinggi atau pucuk kepala pemerintahan didesa, selain sebagai wakil pemerintah kabupaten di desa yang menjalankan fungsi administrasi desa, pembakal juga berfungsi sebagai pemimpin sosial masyarakat dimana hampir setiap permasalahan dibicarakan dan dimintakan kepada pembakal untuk mencari solusinya, baik persoalaan pribadi maupun masalah bersama, sebagai contoh mengenai permasalahan tanah, disini peran seorang Pembakal sangat dibutuhkan, hal ini membuktikan kedudukan Pembakal sangat dihormati serta disegani sebagai pemimpin.

Sistem pemerintahan di desa Belangian dapat dibilang cukup lengkap terbukti dengan adanya Sekretaris desa dan ketua Rukun Tetangga yang membantu pembakal dalam tugasnya sebagai pemimpin desa.

- Sistem Perekonomian

Perekonomian desa Belangian sekarang banyak digerakan oleh sektor perkebunan terutama kacang tanah yang ditanam lumayan jauh dari desa sehingga warga perlu meninggalkan desa selama beberapa hari dalam seminggu untuk mengurusi perkebunan kacang mereka yang dipanen dua kali dalam setahun. Kacang yang telah dipanen kemudian dikumpulkan bersama kacang warga lain untuk dikirim bersama-sama ke pasar tujuan utama penjualan kacang tersebut, yaitu pasar Banjarbaru dan pasar Martapura. Hal ini dilakukan mungkin untuk menghemat biaya angkut yang lumayan mahal sehingga dengan dikirim bersama-sama dapat meringankan biaya pengiriman kacang tanah tersebut. Kacang tanah tersebut dijual dengan harga sekitar Rp.8.000,-/Kg dan kalau panen sedang bagus mungkin saja harga tersebut akan naik, tetapi biasanya mereka menjualnya perkarung kepada pengumpul yang kemudian menjualnya kepada masyarakat luas.

Disamping kacang tanah, juga ada komoditas lain yang juga ditanam dan menjadi mata pencaharian warga yaitu cabe rawit, selain itu masih ada beberapa penduduk yang mendulang emas walaupun tidak banyak dan dikerjakan untuk mengisi waktu luang, juga ada sebagian warga yang berternak ikan atau manangkap ikan, dan sekarang sedang dikembangkan penanaman pohon karet untuk diambil getahnya.

Pasar di desa Belangian hanya ada seminggu sekali yaitu pada hari Kamis, disinilah para warga berbelanja kebutuhan sehari-hari dan juga menjual hasil dari perkebunan meraka.

- Sistem Kebudayaan

Masyarakat desa Belangian dalam kebudayaannya sangat terlihat jelas unsur kebudayaan Islam Banjar misalnya saja dalam peringatan maulid Nabi Muhammad tidak jauh berbeda dengan yang biasa kita lihat di kota Martapura dimana nuansa Islam sangat terasa dalam peringatan atau upacara-upacara keagamaan.Pada saat masa panen tiba juga diadakan acara syukuran sebagai rasa terima kasih Kepada Allah SWT.

Walaupun acara-acara seperti itu jarang diadakan tetapi warga sangat antusias dalam mengikutinya selain sebagai peringatan hari-hari besar hal ini juga digunakan sebagai ajang berkumpul dan melepas lelah karena jarang sekali mereka bisa berkumpul dalam suatu acara yang santai.

- Sistem Pendidikan

Pada umumnya masyarakat desa Belangian masih tertinggal dalam bidang pendidikan, hal ini disebabkan karena hanya ada satu Sekolah Dasar dan Madrasah setingkat Sekolah Dasar, yang ada dalam desa tersebut sebagai sarana pendidikan serta kurangnya tenaga pengajar juga menjadi kendala yang menyebabkan masih tertinggalnya pendidikan di desa tersebut.

Walaupun masih tertinggal tetapi kesadaran akan pendidikan sudah mulai muncul terbukti dari banyaknya orang tua yang mengirim anaknya untuk melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi dikota-kota besar seperti Martapura dan Banjarbaru. Walaupun sebagian dari mereka masih ada yang beranggapan tidak perlu lagi untuk melanjutkan sekolah karena hanya membuang-buang uang dan pasti akan kembali ke desa dan akan bekerja seperti orang tuanya.

- Sistem Perkawinan

Masyarakat desa Belangian seperti kebanyakan masyarakat di Kalimantan selatan mengambil garis keturunan campuran baik dari pihak ayah maupun Ibu (Parental). Biasanya perkawinan terjadi karena suka sama suka walaupun ada yang dijodohkan oleh orang tuanya. Biasanya mereka kawin diumur 18 tahun keatas. Setelah kawin adat mereka menetap dirumah salah satu orang tua mereka sampai mampu membangun rumah sendiri.

- Bahasa

Bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat desa belangian adalah bahasa Banjar.

- Sistem Kepercayaan

Hampir semua penduduk desa Belangian beragama Islam, terutama dapat dilihat dari masyakat yang kesehariannya banyak bernuansa Islam dan juga terdapat masjid tempat warga masyrakat untuk menjalankan ibadah oleh karena itu islam menjadi agama yang mayoritas karena desa Belangian juga dekat dengan Martapura yang kita tahu sangat kental unsur Islaminya.

- Kesehatan

Dalam hal kesehatan masyrakat desa Belangian sudah cukup baik hal ini dibuktikan dengan adanya sarana MCK yang ada di tiap rumah. Walaupun air masih dialirkan dari sungai langsung dan juga air tanah tetapi kebersihannya sudah terjamin.

Di desa Belangian sudah ada bidan yang siap memeriksa kesehatan warga apabila warga sakit, tetapi kesadaran untuk memeriksakan diri dari masyarakat masih kurang, mereka hanya datang memeriksakan diri setelah keadaan benar-benar parah dan jika sudah begini maka akan sulit bagi bidan untuk menangani, untuk itu maka terpaksa bidan membawa pasien ke rumah sakit terdekat di kota Banjarbaru atau Martapura.

- Jumlah Penduduk

Jumlah kepala keluarga desa Belangian ada sekitar 60 kepala keluarga dengan asumsi satu kepala keluarga berangotakan 4 orang maka penduduknya ada sekitar 240 orang.

Masyarakat desa Belangian hanya bisa berharap adanya bantuan dari Pemerintah setempat untuk memenuhi fasilitas penunjang seperti listrik, tenaga pengajar dan tenaga medis untuk menunjang kehidupan masyarakat setempat.

Anugerah Tuhan Yang Maha Esa tidak ternilai harganya oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita semua untuk melestarikannya dari sekarang agar generasi yang akan datang dapat menikmatinya. LESTARI ALAMKU !!!

(Bidang Penelitian dan pengembangan Mapala Justitia FH UNLAM)





SIMBOL PLASTIK (BACA DAN PELAJARI)

14 08 2008

BACA PELAJARI DAN SAMPAIKAN

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, peralatan rumah tangga, mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Dalam beberapa kemasan plastik terdapat simbol-simbol yang sangat penting untuk kita ketahui arti dan maknanya, untuk itu saya akan mencoba untuk menerangkan arti simbol tersebut agar kita dapat mengetahui mana plastic yang aman dan berbahaya bagi kesehatan.

#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan anda dan keluarga anda.

Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.

Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat berguna dan kita semua dapat mengubah perilaku gaya hidup acuh kita menuju gaya hidup yang ramah lingkungan, karena bumi adalah tempat tinggal kita bersama marilah kita bersama mengurangi penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari karena kantong plastik tidak dapat terdegradasi/diurai di alam.

SALAM HIJAU ADIL DAN LESTARI!!!!!

BRAVO MAPALA JUSTITIA.

BY MJFH 138





Inventarisir Satwa di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan

12 08 2008

Bentuk : Penawaran Kerjasama

Kepada : Seluruh Mapala Indonesia

Latar Belakang

Potensi ALAM Kalimantan Selatan tidak hanya terletak pada Budaya, Wisata Sungai, Pegunungan dan bukit-bukit,  hutan yang masih “asli” tepapi juga satwa-satwa endemik yang hidup di dalam nya, memang sampai saat ini tidak ada yang melakukan penelitian untuk menginventarisir satwa yang ada di hutan Kalimantan Selatan, khususnya daerah hutan pegunungan Meratus. Banyaknya program pemerintah daerah dalam hal pengawasan dan pemanfaatan hutan di Kalimantan Selatan, namun dari sekian banyak program tersebut tidak ada satu pun yang menyinggung untuk melakukan penelitian satwa di daerah hutannya sendiri. kesibukan Pemerintah daerah untuk melakukan pemberian izin eksploitasi dan pembukaan lahan besar-besaran adalah salah satu faktor yang tidak yang menjadi kendala untuk merealisasikan hal tersebut. Perburuan, pembunuhan, dll adalah beberapa faktor yang meyebabkan hilangnya beberapa satwa yang ada di Hutan kami. Lain daripada itu ekspolitasi, tambang, pembukaan lahan baik lewat pembakaran dsb adalah hal lain yang diaanggap penguecualian oleh pemerintah daerah kami. Orang utan, Burung enggang, biawak, elang gunung, hirangang, kijang, dan beberapa jenis burung lainnya juga sudah jarang terlihat di hutan kami. Hilangnya habitat inilah yang memberikan andil besar dalam kepunahan beberapa satwa di hutan pegunungan meratus.

Ironis memang apbila kita mengaku sebagai Pecinta ALam, namun tidak memperhatikan hal-hal ini, sehingga kami selaku Organisasi Mahasiswa Pecinta ALAM di KalimanTan Selatan mengajak Pecinta Alam Lainnya untuk berdiri dan menundukan kepalanya untuk menerima perenungan berbagi sedikit keprihatinan untuk daerah kami. Ucapan Terimakasih tentu akan kami berikan, Tapi kami meminta untuk lebih dari itu yaitu ikut membantu dan andil bagian dalam menyelamatkan potensi alam dunia.