Lima Kabupaten di Kalsel Masuk Kawasan Kritis

Lima Kabupaten di Kalsel Masuk Kawasan Kritis

Banjarmasin, Kalsel, Lima kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) masuk kawasan kritis lingkungan akibat kerusakan hutan yang cukup parah sebagai dampak penebangan hutan dan pertambangan.

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Kalsel), Ir. Suhardi, Sabtu, mengungkapkan, lima kabupaten yang masuk kawasan ktitis yaitu, Kabupaten Banjar, Tanah Laut (Tala), Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Tapin.

Menurutnya, kerusakan lingkungan yang kritis tersebut baru bisa diperbaiki minimal dalam waktu 10 tahun, karena penanaman pohon melalui gerakan rehabilitasi kehutanan (Gerhan) memerlukan waktu tumbuh selama 10 tahun.

“Artinya, banjir yang sering menimpa ke lima kabupaten itu dan berimbas ke kabupaten lain, baru bisa teratasi secara maksimal setelah 10 tahun,” katanya.

Ttidak semua daerah sanggup melaksanakan proyek gerhan yang dimulai tahun 2003 dengan maksimal karena kondisi alam yang sulit seperti penanaman pohon di kawasan gambut dan terbatasnya sumber daya manusia (SDM), kendati dana yang disiapkan pemerintah cukup besar.

Contohnya, di Kabupaten HSU, sebagian besar kawasan yang ditanami gerhan berupa gambut dan rawa sehingga penanganannya memerlukan teknik tertentu yang tidak semua orang bisa melakukannya.

Kabupaten Banjar merupakan kawasan paling kritis dan harus segera mendapatkan penanganan secara serius terutama di kawasan resapan air Riam Kiwa dan Riam Kanan.

Di lokasi yang menjadi langganan banjir tersebut kini kondisinya cukup memprihatinkan, bukan hanya pohon-pohon besar yang dulu berada di daerah tersebut telah habis ditebang, namun ilalang yang sebenarnya juga mampu menahan luapan air juga sudah dibabat.

“Sebenarnya kendati tidak ada pohon, ilalangpun masih mampu menjadi kawasan resapan air, tapi di daerah tersebut sudah gundul, akibat kegiatan tambang dan penebangan hutan,” katanya.

Apalagi tambah Suhardi, pohon-pohon di hutan yang berada di kawasan lebih atas juga telah gundul, sehingga air hujan langsung menyebabkan banjir.

Mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Banjar telah memprioritaskan kegiatan gerhan di daerah itu, namun tetap memerlukan waktu cukup lama karena menunggu pohon-pohon yang ditanam tumbuh dan berfungsi menahan luapan air.

Di Kabupaten Tapin dan Tala saat ini kondisinya juga cukup kritis, sehinga harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. “Di Tala saat ini kerusakan hutan juga sangat parah, sehingga banjir yang berulang kali terjadi sulit untuk diatasi.

pict0052.jpg
(Dari berbagai sumber, MJFH)

Hentikan pembebasan lahan sekarang juga. Kembalikan apa yang secara layak adalah hak kami. Hargailah Budaya dan Warisan Leluhur Kami. Jika Kamu memutuskan untuk tidak mendengarkan permintaan kami, kami akan melindungi kehidupan dan penghidupan kami. Kami adalah kaum yang cinta damai. Tetapi jika hidup terancam, kami akan melawan.”

6 thoughts on “Lima Kabupaten di Kalsel Masuk Kawasan Kritis”

  1. bubuhannya sabararataan….. kalo kada kita siapa pang lagi……
    selamatkan hutan kita !
    ayo bersaksi sekarang…
    katakan kepada presiden indonesia…
    stop !!!
    penggundulan hutan !!!

    bakarasancity.worpress.com

  2. klo udah gitu pemerintah tu baru puas kan….? apa sih maunya pemerintah, mensejahterakan rakyat atau memperbersar perut mereka dengan uang-uang haram itu….
    di depan rakyat sok baek tapi di belakang gak lebih dari “BABU” nya orang kaya dan pengeruk kekayaan bumi.
    Sungguh terkutuk>>>>>>!!!!!!!

Silahkan Tulis Komentar/Saran/Kritik Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s