MUI KALSEL Kaji Fatwa Haram bagi Perusakan lingkungan

Jumat, 19 November 2010 04:45 WIB

Mejelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kalimantan mulai mengkaji perlunya penetapan fatwa haram bagi perusakan lingkungan, karena berdampak pada kerugian sangat besar bagi umat.

Demikian dikemukakan Ketua MUI Kalsel Akhmad Makkie, Kamis (18/11), di Banjarmasin. “Melalui komisi fatwa, MUI mulai mengkaji mengenai pentingnya fatwa haram bagi pelaku kerusakan lingkungan ini,” tuturnya.

Diakuinya kondisi lingkungan di Kalsel dan sebagian besar wilayah Indonesia sudah mengalami degradasi sedemikian parah, sehingga memerlukan tindakan luar biasa untuk pemulihannya. Kerusakan lingkungan menimbulkan dampak kerugian sangat besar bagi masyarakat dan menjadi pemicu utama terjadinya bencana.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta pada kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) MUI se-Kalimantan, 13-15 November 2010, di Banjarmasin, meminta agar MUI membuat fatwa haram bagi perusak lingkungan.

Selain akan mengeluarkan fatwa mengenai kerusakan hutan dan lingkungan hidup, MUI juga tengah merumuskan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS). Pondok pesantren ke depan akan dijadikan pusat pengembangan lingkungan dan pengolahan limbah menjadi ekonomi yang produktif..
sumber Metrotvnews.com
by MJFH 138.

Iklan

Silahkan Tulis Komentar/Saran/Kritik Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s