AKSI BLOKADE SUNGAI BARITO

Aksi Perahu di bawah Jembatan Barito yang melakukan penghadangan di jalur lintas tongkang pengangkut batubara.

Aksi yang dilakukan pada hari ini, sabtu (26/05) didasari atas bentuk protes akibat kelangkaan BBM (Premium, Solar) yang terjadi khususnya di Kalimantan Selatan sejumlah aktivis dari berbagai kalangan, masyarakat dan mahasiwa turut serta dalam aksi tersebut yang dimulai dari pukul 09.00 Wita sampai dengan pukul 18.00 nanti, dari koordinasi internal Mapala Justitia sepakat menurunkan 18 Orang anggotanya untuk andil bagian yang akan dikoordinir langsung oleh Ketua Umum Mapala Justitia Kanda Yayi Sundara dibawah Komando dari penggagas aksi yaitu Forum Peduli Banua (FPB).

Semoga perjuangan hari ini bisa membawa sedikit perubahan atas ketidakadilan yang terus dirasakan oleh rakyat Kalimantan, dan semoga perjuangan ini merupakan langkah awal dalam rangka bentuk perlawanan terhadap tindakan yang tidak Pro terhadap Rakyat dan Lingkungan khususnya di Kalimantan Selatan…

Salam Rimba, Adil dan Lestari alam kita jaya!!!

Berikut Pernyataan Sikap Forum Peduli Banua (FPB)

Kalimantan Menggugat: Aksi Blokade Sungai Barito.

Merdeka! Haram manyarah waja sampai kaputing !

Pada tahun 1930, Soekarno muda dengan lantang membacakan pledoi “Indonesia Menggugat” atas ketidakadilan kolonial dan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Tuntutan serupa, pada tanggal 17 Mei 1949 dibacakan Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini sampai tetes darah penghabisan.

Tetapi apa yang terjadi hari ini? Ketidakadilan itu justru hadir dalam kehidupan berbangsa di Republik yang kita bangun dengan darah dan perjuangan. Makna kemerdekaan dan perjuangan kemerdekaan mulai direduksi dengan ketimpangan pembangunan di semua sektor. Amanat Pembukaan UUD 1945 dan Pasal 33 agar pembangunan dan kekayaan alam digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran bersama, direduksi maknanya menjadi pembangunan dan kemakmuran terpusat di Pulau Jawa.

Hari ini kita lihat bagaimana timpangnya pengelolaan energi dan Sumber Daya Alam (SDA) kita, ketika dibelahan lain Indonesia, khususnya Pulau Jawa, tidak perlu antri dan langka dalam distibusi BBM, Pulau Kalimantan justru sebaliknya, bahkan kita dijadikan kelinci percobaan pembatasan BBM.

Pada tahun 2012, kuota BBM di Kalimantan justru mengamai penurunan, sementara pulau lain ditambah. Tahun 2011, Kalimantan memperoleh kuota 7,19% namun 2012 turun 0,19% menjadi 7% dibagi untuk empat propinsi. Sementara itu Sumatera naik dari 24,2% menjadi 25%. Sulawesi juga begitu, dari 7,09% menjadi 8%. Ketika kita memperjuangkan keadilan itu, kita dianggap egois. Memang kita dikasih permenlolipop agar tidak merengek, Kalimantan dijanjikan tambahan 2,5 juta kiloliter dalam APBN-P, Propinsi Kalimantan Selatan 486,459 kiloliter. Bandingkan dengan kuota nasional sebesar 40 juta kiloliter amatlah kecil bagi daerah penghasil.

Padahal lebih dari 73% produksi batubara dipasok untuk kebutuhan luarnegeri, 27-29% sisanya untuk memasok kebutuhan energi di Pulau Jawa. Tercata pada tahun 2011 saja, ada 78 juta metrik ton yang keluar dari Propinsi Kalsel. Kenyataannya listrik selalu padam (byarpet). Batubara kita dikirim untuk menerangi Pulau jawa, sementara Kalsel ada 162 desa yang belum dialiri listrik.

Sementara itu royalti 13,5% yang harus dikembalikan oleh pusat kepada daerah penghasil sebesar 80% daerah dan 20% pusat, justru diakali dengan mengangkangi amanat konstitusi tentang dana bagi hasil menjadi 80% pusat dan 20% daerah. Logika apa yang ingin dibangun, ketika daerah penghasil SDA dikeruk perut buminya sementara setiap anak bangsa yang berdiri di atasnya harus merasakan sulitnya mendapat BBM, listrik yang byarpet dan infrastruktur pembangunan yang sangat jauh dibandingkan Pulau Jawa karena kurangnya dana dan prioritaspembangunan yang tidak berpihak pada kita.

Untuk itu, hari ini kami melawan, hari ini kami disadarkan, hari ini kami deklarasikan pernyataan sikap perlawanan terhadap ketidakadilan oleh rakyat Kalimantan.rakyat Kalimantan sudah cukup sabar untuk selalu dianaktirikan. Hari ini kami menggugat pemerintah pusat dengan tuntutan sebagai berikut:

1. Menuntut keadilan pengelolaan Sumber Daya Alam kami, diantaranya royalti pertambangan dan migas harus dikembalikan 80% untuk daerah penghasil. Termasuk dana bagi hasil perkebunan yang selama ini tidak kami nikmati.

2. Menuntut kuota BBM yang memenuhi kebutuhan setiap rakyat yang membayar pajak untuk negaraini, tidak ada kelangkaan dan adil secara nasional, bukan pembatasan.

3. Merdeka dari krisis listrik, listrik yang menerangi setiap rumah di Kalimantan, bukan hanya Pulau Jawa dan Bali.

4. Menuntut prioritas pembangunan infrastruktur dan konektivitas pembangunan. Hingga puluhan tahun merdeka bahkan jalan utama penghubung antara Kalimantan justru tidak terealisasi, Kalimantan hanya memiliki satu jalan nasional, sungguh sebuah ironi diantara gedung pencakar langit Jakarta dan Pulau Jawa.

Demikian pernyataan sikap bersama Forum Peduli Banua Kalimantan Selatan, melawan untuk keadilan dan kemakmuran bumi Kalimantan.

Jika pemerintah atau negara ini tidak mempedulikan kami, maka kami juga tidak akan mempedulikan pemerintah atau negara ini.

Merdeka!

Jembatan Barito, 26 Mei 2012

(MJFH138)

2 thoughts on “AKSI BLOKADE SUNGAI BARITO”

  1. semangat teman teman LSM…..aku salah se orang anak banua tapin sangat mendukung aksi kalian…kalua saja ada waktu dan kesempatan maka dengan senang hati aku ikut berorasi di garda terdepan menuntut ke adilan buat rakyat kalimantan….kita punya SDM yg melimpah,tapi pembangunan di banua jauh tertinggal dari daerah yg lain….sarana pendidikan,insprasruktur jalan pekantoran jauh tertinggal,oleh kerena itu maka jadikan lah 26 mei 2012 sebagai awal kebangkitan anak anak kalimantan untuk menuntut keadilan,

    1. Oke, terimakasih atas dukungannya bang…
      kita sangat terbuka dan memerlukan banyak pemikiran-pemikiran serta orang-orang yang perduli terhadapa kondisi sosial saat ini khususnya di Kal Sel,

      Salam Rimba adil dan lestari alam kita jaya!!!

Silahkan Tulis Komentar/Saran/Kritik Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s