Greenpeace…Sejarah dan Perjalanannya

greenpeace

Beberapa hari yang lalu penulis tidak sengaja menonton film disalah satu channel berbayar, berjudul “Big Miracle” yang menceritakan tentang penyelamatan 1 keluarga Paus Abu-abu yang terjebak  di es Kutub Utara dekat Anchorage, Alaska, film ini dibintangi oleh John Krasinsksebagai Reporter dan Drew Barrymore sebagai Aktivis Greenpeace, mereka berdua harus bisa meyakinkan banyak pihak untuk menyelamatkan ikan paus ini. Memang bukan perkara mudah tapi hanya ini satu-satunya kesempatan. Warga setempat, jurnalis, pengusaha minyak dan dua negara adidaya harus bekerja sama untuk membebaskan ikan paus ini atau misi penyelamatan ini tak akan pernah berhasil, dengan kegigihannya akhirnya kampanye mereka menjadi perhatian nasional di Amerika dan para pihak yang berkepentingan tergerak dan turut serta untuk membantu dan melakukan Sebuah misi penyelamatan yang dikenal dengan nama Operation Breakthrough.

Big-MiracleDiakhir cerita penulis mendapatkan satu kata “Greenpeace“, memang organisasi ini sudah lama penulis ketahui sejak  bergelut di organisasi Kepecinta alaman tingkat SMA (Sipala Sewangi ; Red), tidak ada salahnya untuk kembali mem-posting mengenai Sejarah dan Perjalanan Organisasi Internasional besar ini kembali,  sebagai bentuk penghargaan dan terimakasih Kami (Mapala Justitia; Red) atas inspirasi dalam perjalanan kami dalam upaya yang terus menerus dalam rangka memberikan kontribusi kecil terhadap kelestarian alam.

Berikut sedikit ulasan mengenai Greenpeace dari penulis yang diambil dari berbagai sumber dan beberapa tulisan sudah melampirkan link di kata kuncinya.

SEJARAH BERDIRINYA GREENPEACE

Greenpeace adalah suatu organisasi lingkungan global yang didirikan di Vancouver, British Columbia, Kanada pada 1971. Greenpeace dikenal menggunakan aksi langsung tanpa kekerasan konfrontasi damai dalam melakukan kampanye untuk menghentikan pengujian nuklir angkasa dan bawah tanah, begitu juga dengan kampanye menghentikan penangkapan ikan paus besar-besaran.

Suatu motivasi dan visi untuk menjadikan dunia menjadi hijau dan damai, berawal dari sekelompok aktivis  yang berlayar dari Vancouver, Cananda dengan kapal nelayan tua. Mereka adalah aktivis, pendiri dari Greenpeace, mereka percaya bahwa setiap orang dapat melakukan perubahaan. Misi mereka untuk “menjadi saksi kerusakan” karena percobaan nuklir yang di lakukan AS di Amchitka, sebuah pulau kecil di lepas pantai Alaska.

Walaupun mereka menggunakan kapal tua bernama Phyllis Cormack, yang mengalami berbagai halangan sebelum sampai di Alaska, dalam perjalanan mereka menimbulkan banyak perhatian publik.

Pada tahun-tahun berikutanya, fokus organisasi mengarah ke isu lingkungan lainnya, seperti penggunaan pukat ikan, pemanasan global, dan rekayasa genetika.

Greenpeace mempunyai kantor regional dan nasional pada 41 negara-negara di seluruh dunia, yang semuanya berhubungan dengan pusat Greenpeace Internasional di Amsterdam. Organisasi global ini menerima pendanaan melalui kontribusi langsung dari individu yang diperkirakan mencapai 2,8 juta para pendukung keuangan, dan juga dari dana dari yayasan amal, tetapi tidak menerima pendanaan dari pemerintah atau korporasi.

Asal mula Greenpeace dimulai dengan pembentukan formasi Don’t Make A Wave Committee oleh sekelompok aktivis Kanada dan Amerikadi Vancouver pada 1970. Nama komite ini diambil dari sebuah slogan yang digunakan selama protes terhadap uji coba nuklir Amerika Serikat pada akhir 1969, komite datang bersama-sama dengan sasaran menghentikan ujicoba pemboman nuklir bawah tanah tahap ke-dua dengan kode Canikkin, oleh militer AS dibawah pulau Amchitka, Alaska. Kapal ekspedisi pertama disebut Greenpeace !, kapal ekspedisi ke-dua disebut Greenpeace Too !. Uji coba tidak berhasil dihentikan, tetapi komite telah membentuk dasar untuk aktivitas Greenpeace selanjutnya.

Bill Darnell adalah orang yang mengkombinasikan kata green (hijau) dan peace (damai), yang kemudian menjadi nama bagi organisasi ini. Pada 4 Mei 1972, setelah Dorothy Stowe menyelesaikan masa jabatan ketua Don’t Make A Wave Committee, organisasi ini kemudian secara resmi mengganti namanya menjadi “Yayasan Greenpeace”. Risa Dwi Cahyani kemudian sebagi direkturnya.

Hari ini, Greenpeace adalah suatu organisasi internasional yang berkampanye untuk kampaye lingkungan secara global.

Amsterdam, Belanda adalah kantor pusat dari Greenpeace, telah mempunyai 2,8 Juta pendukung di seluruh dunia, Nasional dan kantor regional di 41 negara.

KEBERHASILAN GREENPEACE

Greenpeace telah melakukan suatu perubahan positif untuk lingkungan dunia dan juga termasuk Asia tenggara.
2009 :  Setelah kita  melakukan tekanan untuk menolak Nuklir di seluruh kawasan Asia Tenggara,  Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudyono mencabut  rencana pembangunan PLTN dan mengatakan akan mengembangkan energi terbarukan sebagai alternatif sebelum memilih nuklir.

2008 : Persatuan eksportir beras Thailand berkomitmen hanya melakukan ekspor beras yang bebas dari rekayasa genetik.

2008 : Senator di Filipina akhirnya meluluskan pendanaan untuk Energi Terbarukan, dan undang-undang energi terbarukan, seperti energi  angin  dan matahari, untuk menjaga keamanan energi dan memerangi perubahan iklim.

2008 : Setelah Greenpeace bekerja bersama mendukung kelompok perlindungan lingkungan Tapsakae untuk menghentikan pembangunan PLTU baru yang berdaya 4.000 megawatt di desa Tapsake, Propinsi Prachuab Khiri Khan, Thailand. Perusahaan listrik Thailand, Electricity Generation Aouthority Thailand (EGAT) menghentikan proyek mereka.

2008: Tiga minggu setelah suatu aksi yang sangat  besar dan mendapat dukungan dari  115.000 email kepada Unilever.  Akhirnya mereka  mendukung Moratorium penghentian pembalakan hutan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

2007: Peningkatan kesadaran tentang bahaya energi listrik yang bersumber dari nuklir membuat para alim-ulama di Jawa dan Madura mengeluarkan fatwa “Haram” untuk pembangunan PLTN di Indonesia.

2007: Greenpeace bekerja sama dengan GRIPP ( Green renewable Independent Power Producer) meluncurkan Jeepney (kendaraan umum iconic Filipina) dengan mengunakan energi terbarukan. The electric jeepney adalah inovasi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk mengatasi perubahan iklim.

2006: Seruan yang sangat masif dari kelompok anak-anak muda di Greenpeace (Solar Generation) selama pertemuan Asian Development Bank (ADB) ke-39  yang akhirnya ADB mengalirkan pendanaan untuk “Proyek Energi Bersih” sebesar $1 miliar di tahun 2008

2006: Setelah perlawanan yang masif dari masyarakat Isabela dan Greenpeace, Perusahaan Minyak Bumi Nasional Filipina (PNOC) akhirnya menyetujui untuk membatalkan rencananya mengintegrasikan penambangan batu bara dengan proyek PLTU mine-mouth di Isabela, Filipina.

2005: Pulau Mindoro di Filipina mendirikan  area bebas rekayasa genetik, memberikan inspirasi untuk membuat lebih banyak area bebas rekayasa genetik dan memberikan kekuatan para petani bahwa rekayasa genetik bukan satu-satunya cara untuk keamanan pangan di Filipina.

2004: Dalam perjanjian internasional yang membahas tindakan terhadap kapal tua yang dianggap sebagai sampah, Greenpeace memperjuangkan tercapainya penerapan  kontrol yang lebih ketat atas industri penghancuran kapal yang terkenal kotor. Traktat yang disepakati oleh 163 negara ini  diharapkan mampu meningkatkan tuntuntan kepada negara  penghancur kapal utama (Cina, India, Bangladesh, Filipina dan Turki) untuk membersihkan racun dari kapal sebelum mereka mengekspornya. Traktat ini juga akan menciptakan tuntutan baru untuk mendaur ulang  kapal di negara-negara maju.

2004: Desakan Perlindungan terhadap paus Minke, Hiu putih, pohon merbau dan lumba-lumba jenis Irrawaddy akhirnya dapat di realisasikan pada konvensi  perdangangan internasional satwa dan tumbuhan langka (CITES) di Bangkok Thailand.

2002: Penolakan Greenpeace pada sumber makanan dengan rekayasa genetik di Thailand mendapat sambutan pemerintah dengan memberikan label(tanda) pada produk makanan yang terkontaminasi rekayasa genetik. Label ini memberikan kekutaan pada konsumen untuk menghindarinya.

2002: Kampanye Greenpeace mempromosikan solusi dari dampak perubahan iklim dapat mencegah pembangunan PLTU batubara di Bo Nok dan Ban Krut in Prachuap Khiri, Tahiland dan  rencana pembangunan PLTU di Pulupandan, Propinsi Negros,Filipina.

2001: bersama dengan organisasi lingkungan dan masyarakat, Greenpeace berhasil mendorong disetujuinya undang-undang manajemen ekologi  pembuangan limbah Filipina yang memandatkan penerapan  strategi  dari awal hingga akhir, penguraian sampah yang sesuai, pemisahan dan daur ulang sampah untuk memecahkan masalah sampah di Filipina.

1999:  Greenpeace sukses memimpin kampanye  untuk mendorong pasal dari UU Republik No. 8749, yang juga dikenal sebagai ” UU Udara Bersih 1999 Filipina” yang didalamnya menyertakan larangan nasional  atas pembakaran sampah. Larangan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Demikian, semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan semangat buat kita semua untuk tidak pernah berhenti pada satu titik dalam upaya menciptakan Bumi yang Hijau dan Damai, setidaknya berjuanglah untuk masa depan yang diharapkan, masa depan yang terbaik untuk anak cucu kita kelak.

Bravo Mapala Justitia, Bravo Mapala Justitia, Baravo Mapala Justitia!!!

Salam Adil, Rimba dan Lestari Alam Kita Jaya!!!

Sumber : http://www.greenpeace.orghttp://id.wikipedia.orgeverybodyloveswhales.com,

 http://spinnwebzine.wordpress.com

                                                                                                         (By : Mjfh138)

Silahkan Tulis Komentar/Saran/Kritik Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s