Cegah Genangan Air Dengan Teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB)

 Curah hujan yang tinggi belakangan ini kerap membuat jalanan banjir. Hal ini diperparah dengan buruknya drainase kota. Ujung-ujungnya, kemacetan kerap terjadi saat dan setelah turun hujan.

Sebenarnya, penyerapan air ke dalam tanah dapat dilakukan dengan cara yang mudah, yakni membuat Lubang Resapan Biopori.

APA itu Lubang Resapan Biopori (LRB) ?

LRB adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

LRB memiliki banyak fungsi:

  1.   Menghindari tanah becek akibat air hujan yang tidak meresap dengan baik ke dalam tanah.
  2. Menghindari genangan air yang membuat tanaman rusak.
  3. Menyerap air menjadi cadangan air tanah.
  4. Jika diaplikasikan serempak pada satu kawasan, bisa membantu mengurangi risiko terjadinya banjir.
  5. Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos
  6. memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.

Contoh LRB

Cara Membuat LRB
  1. Cari lokasi di taman yang tergenang air hujan, terutama di bagian pinggir yang sering tergenang. Lokasi ini sebaiknya berada di tempat berbeda dengan resapan yang sudah ada. Kikis rumputnya, kemudian ratakan dengan tanah sekitarnya.
  2. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diamter 10 cm. Kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50 – 100 cm
  3. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2 – 3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.
  4. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput
  5. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
  6. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

Alat Yang Digunakan

Alat yang digunakan untuk melubangi tanah bisa menggunakan linggis, bambu atau alat pengebor biopori.

Dengan membuat hal kecil seperti diatas kita bisa mendapatkan hal yang sangat besar, GO GREEN!

sumber :

http://www.kaskus.com

http://id.wikipedia.org

http://asalasah.blogspot.com

Silahkan Tulis Komentar/Saran/Kritik Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s