MEMAKNAI HARI BUMI “Refleksi Peringatan Hari Bumi Ke – 44” 2014

Ilustrasi: Pemaknaan dan Pemahaman akan konsep ramah lingkungan harus dimulai sejak kecil
Ilustrasi: Pemaknaan dan Pemahaman konsep cinta lingkungan harus dimulai sejak usia dini

Setiap tanggal 22 April diperingati Hari Bumi, sebanyak 190 negara ikut berpartisipasi dalam kampanye Hari Bumi tahun ini. Peringatan Hari Bumi 2014 mengangkat tema “Green Cities”. Konsep Kota Hijau merupakan tatanan kota yang sehat secara ekologis. Kota hijau harus dipahami sebagai kota yang memanfaatkan secara efektif dan efisien sumber daya air dan energi, mengurangi limbah, menerapkan sistem transportasi terpadu, menjamin kesehatan lingkungan, dan menyinergikan lingkungan alami dan buatan. Konsep Kota Hijau telah menjadi trend di beberapa negara Amerika, Asia, Eropa, Australia dan Afrika. Di Indonesia sendiri, konsep Kota Hijau telah dituangkan dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

Banjarmasin Kota (Tak) Hijau

Menurut data statistik 2001 dari seluruh luas wilayah Kota Banjarmasin yang kurang lebih 98,46 km² atau 0,26% dari luas wilayah Propinsi Kalimantan Selatan, dapat dipersentasikan bahwa peruntukan tanah saat sekarang adalah lahan tanah pertanian 3.111,9 ha, perindustrian 278,6 ha, jasa 443,4 ha, pemukiman adalah 3.029,3 ha dan lahan perusahaan seluas 336,8 ha. Tahun 2012, keberadaan Ruang Terbuka Hijau di Banjarmasin baru mencapai 18% dari total 30 % Proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota yang diwajibkan oleh Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. RTH tersebut terdiri dari RTH Publik dan Privat. RTH Publik merupakan ruang terbuka hijau yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah kota yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum, misalnya taman kota, taman pemakaman umum, dan jalur hijau sepanjang jalan, sungai, dan pantai. Sedangkan yang termasuk RTH Privat, antara lain kebun atau halaman rumah/gedung milik masyarakat/swasta yang ditanami tumbuhan.

Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya untuk menjadikan kota ini menjadi Kota Hijau. Usaha yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin hingga sekarang adalah dengan membuat Ruang Terbuka Hijau seperti areal tepi sungai yang di jadikan taman, membuat hutan kota. Namun, usaha terebut baru mencpai 18% dari keseluruhan luas kota Banjarmasin yang dijadikan Ruang Terbuka Hijau.

Sebagai Kota yang berjuluk Seribu Sungai, ironis memang, ketika hujan, maka sebagian di kota ini mengalami kebanjiran. Faktor penyebabnya berbagai macam, dari drainase yang tidak dikelola dengan baik, Perda Rumah Panggung yang hanya jadi macan kertas, kebiasan membuang sampah sembarang, tidak dimanfaatkannya ruang terbuka untuk di tanami pohon.

Banyaknya pembangunan ruko (rumah toko) yang tidak menggunakan konsep rumah panggung salah satu faktor penyumbang banjir di kota ini. Bangunan yang tidak mengunakan konsep rumah panggung akan memangkas daerah resapan air, akibatnya air hujan dialirkan ke drainase pinggir jalan, yang notabenenya sangat kecil sehingga airpun meluber ke jalan. Tidak adanya pengawasan terhadap pembangunan memperparah keadaan untuk mewujudkan Banjarmasin menjadi Kota Hijau.

Jika berkaca pembangunan di luar negeri, konsep pembangunan di sana sangat ramah lingkungan. Di Amerika misalnya, pernah ada suatu rencana untuk membangun proyek gedung megah, namun setelah di survei, ternyata di lokasi tersebut terdapat sarang laba-laba. Pembangunan pun diurungkan, karena adanya sarang laba-laba yang langka tersebut. Bandingkan dengan di Kota Banjarmasin, misalnya, pembangunan jembatan layang, pohon-pohon disekitar areal pembangunan ditebangi, sungai-sungai menjadi sempit dan tercemar, bahkan ditimbun tanah untuk memperlebar jalan. Lain halnya di Bahrain, pembangunan gedung Bahrain World Trade Center menggunakan konsep hemat energi, di mana semua listrik pada bangunan tersebut, energinya disuplay dari generator listrik bertenaga angin. Di tengah-tengah bangunan dipasang tiga buah baling-baling, yang nantinya baling-baling tersebut akan memutar generator yang menghasilkan listrik, kemudian listrik tersebut digunakan untuk keperluan di gedung tersebut. Konsep pembangunan yang seperti inilah kiranya dicontoh oleh negara kita, misalnya Pembangkit Listrik yang menggunakan tenaga air. Bukan sebaliknya, menggunakan batu bara untuk menghasilkan uap, seperti pembangkit listrik yang ada di Kalsel. Ironis memang.

Kampanye Lingkungan

Sebagai kontrol terhadap pembangunan di Kota Banjarmasin, kawan-kawan aktivis lingkungan dari berbagai elemenpun gencar melakukan aksi untuk mengecam pembangunan yang tidak bernuansa hijau. Usaha tersebut dilakukan agar pemerintah memperhatikan kesenjangan antara pembangunan dengan minimnya Ruang Terbuka Hijau. Kampanye terebut terus dilakukan oleh kawan-kawan dari Mapala, Sispala, Walhi dan kawan-kawan aktivis lainya. Aksi yang mereka lakukan tidak hanya mengecam sikap pemerintah, namun melakukan aksi nyata seperti melakukan penanaman pohon, aksi membersihkan sungai, kampanye anti penggunaan plastik dan sebagainya.

Peran Pemerintah

Pemeritah, khususnya di Banjarmasin, harus menegakkan aturan pembangunan rumah dengan menggunakan konsep rumah panggung, agar area resapan air tidak hilang, kalau perlu membuat aturan yang bernuansa ramah lingkungan, misalnya setiap atap ruko di bangun taman, setiap satu rumah menanam minimal lima pohon, menggalakkan Perda Sungai, melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang membuang sampah di luar jadwal yang ditentukan.

Semoga dengan momentum Hari Bumi ini, menjadi titik awal bagi kita untuk melakukan perubahan. Selamat Hari Bumi. Selamat Menuju Kota Hijau!

Ditulis Oleh:
Sopian Hadi, SH (MJFH: 06/2120137/XXI)
Mantan Ketua Umum Mapala Jusitita FH UNLAM Periode 2008-2009
Staff Khusus Ombudsman Kal-Sel
Obsesi : Menjadi Ketua RT dilingkungan tempat tinggal dan menghijaukan kampung serta mengharumkan nama nusa dan bangsa.

Iklan

Silahkan Tulis Komentar/Saran/Kritik Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s