MAY DAY 2014 “Sebuah Momentum di tahun Politik”

Ilustrasi : Pembagian waktu yang layak untuk pekerja/buruh
Ilustrasi : Memanusiakan pekerja/buruh dengan pembagian waktu yang berkualitas.

Ada yang berbeda pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini di Indonesia, Pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013, menetapkan tanggal 1  Mei  sebagai hari  libur untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Ditetapkannya tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional, merupakan peristiwa penting, dimana negara mengakui eksistensi dan sumbangsih kaum buruh di Indonesia untuk menyokong pembangunan. Dalam pertimbangan Kepres di atas, Hari Buruh Internasional selalu diperingati  secara  rutin  oleh  para  pekerja/buruh  di berbagai wilayah di Indonesia. Peringatan Hari Buruh Internasional secara rutin tersebut, berguna untuk membangun kebersamaan antar pelaku  hubungan  industrial agar lebih harmonis secara nasional.

Pada era Orde Lama, tanggal 1 Mei pernah ditetapkan sebagai hari libur nasional, namun setelah Orde Baru berkuasa, penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional dicabut. Ditetapkannya tanggal 1 Mei sebagai libur nasional mulai 2014, terbilang hal yang istimewa, di mana tidak semua peringatan hari besar ditetapkan sebagai libur nasional, misalnya Hari Kesaktian Pancasila, tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional. Indonesia termasuk negara ke sembilan di ASEAN yang menetapkan Hari Buruh Internasional atau May Day sebagai hari libur nasional. Di beberapa belahan dunia lain juga sudah menetapkan May Day sebagai hari libur, terhitung sudah ada sekitar 80 negara yang menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Mengedapankan Dialog

Peringatan May Day di Indonesia setiap tahun selalu identik dengan adanya aksi pekerja/buruh yang turun ke jalan, aksi tersebut terkadang berujung anarkis, aksi bakar-bakar, merusak fasilitas publik, menimbulkan kemacetan, hingga bentrokan dengan aparat.

Dengan adanya penetapan 1 Mei sebagai libur nasional, peringatan May Day tahun ini diharapkan nuansanya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pekerja/buruh dalam menyampaikan tuntutannya, melakukan aksi dengan damai, lebih menonjolkan dialog ketimbang turun ke jalan. Dialog antara pengusaha, pemerintah daerah dan pekerja/buruh adalah pola komunikasi yang paling efektif. Pekerja/buruh dapat menyampaikan aspirasinya terkait dengan pemenuhan hak pekerja, misalnya untuk mendapatkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, negosiasi perbaikan penghasilan pekerja, penghapusan outsourcing (alih daya), perlindungan terhadap pejuang devisa di luar negeri,  dan lain sebagainya.

Tantangan MEA 2015

Di Era menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, tidak cukup hanya dengan melakukan aksi, pekerja/buruh juga harus meningkatkan keahlian, keterampilan bahkan pendidikan agar tidak ketinggalan dengan negara lain. Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, pekerja dituntut untuk bisa bersaing dengan, tidak hanya dengan 250 juta penduduk Indonesia, tapi 650 juta orang yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Peningkatan pendidikan bagi pekerja merupakan faktor penting untuk menunjang kualitas pekerja di Indonesia agar dapat berkompetisi di pasar global. Pada 2013, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tenaga kerja di Indonesia masih didominasi tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD). Sebanyak 52 juta orang atau sekitar 46,95 persen dari total seluruh pekerja Indonesia, lulusan SD. Untuk pekerja Indonesia yang lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 20,5 juta orang atau 18,47 persen. Sedangkan jumlah pekerja yang berpendidikan tinggi hanya 10,5 juta orang.

Tingginya angka pekerja yang masih mengenyam Pendidikan Sekolah Dasar masih menjadi problem jika kita ingin bersaing dengan negara lain. Pemerintah telah mengadakan program wajib belajar 9 tahun, program ini perlu ditingkatkan lagi agar pendidikan wajib belajar menjadi 12 tahun. Dengan demikian, pekerja dengan pendidikan SD dapat diminimalisir. Program belajar Paket B dan C juga harus dimanfaatkan oleh pekerja yang masih berpendidikan SD, bahkan ke jenjang perguruan tinggi tidak mustahil untuk dicapai. Pasalnya, Pemerintah telah memfasilitasi pekerja yang ingin kuliah sambil bekerja melalui Universitas Terbuka. Peringatan May Day bukan hanya sekedar memperingati perjuangan kelas pekerja untuk meraih hak-haknya, namun lebih jauh lagi untuk menyadarkan arti penting pendidikan bagi pekerja. Di sisi lain, peningkatan kualitas pekerja tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, dunia usaha juga dituntut untuk melakukan perannya mengadakan pendidikan atau pelatihan kerja.

Tahun Politik

Indonesia baru saja menyelenggarakan Pemilu legislatif untuk memilih anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD, menyusul pada 9 Juli 2014 nanti, akan dilangsungkannya lagi Pemilu yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden RI.

Semoga peringatan Hari Buruh Sedunia tahun ini tidak ada aksi turun ke jalan. Aksi turun ke jalan hanya akan merugikan kita sendiri, jika ujung-ujungnya terjadi aksi anarkis. Kalaupun nantinya ada aksi-aksi turun ke jalan, para pekerja harus waspada agar aksi mereka tidak ditunggangi oleh pihak-pihak yang menghendaki kekacauan menjelang Pilpres nanti. Suasana di tahun politik ini sangat rentan untuk dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk memaknai peringatan May Day tahun ini dengan hal-hal yang positif, misalnya mengadakan dialog atau diskusi terkait hak-hak pekerja/buruh dan lain sebagainya.

Momen tahun politik bisa dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memilih pemimpin yang pro terhadap pekerja/buruh. Visi dan Misi dari pasangan Capres dan Cawapres yang akan berkompetisi untuk memenangkan hati rakyat harus dilihat lebih jeli, apakah pro pekerja atau justru mengkerdilkan upaya-upaya perjuangan yang sudah dilakukan oleh kaum pekerja/buruh selama ini. Karena Presiden dan Wakilnya yang akan terpilih nanti akan menentukan nasib pekerja untuk lima tahun ke depan.

Selamat Hari Buruh !

Salam Adil dan Lestari Alam Kita Jaya!!!

Oleh:

Sopian Hadi, SH

Mantan Ketua Umum Mapala Justitia Periode 2008/2009

Asisten Ombudsman RI Perwakilan Kal-Sel

“Bapak dari seorang anak laki-laki yang mempunyai prinsip pantang menyerah sebelum meneteskan keringat dan darah”

3 thoughts on “MAY DAY 2014 “Sebuah Momentum di tahun Politik””

  1. ASSALAMU ALAIKUM
    mhn ijn ntp amanah
    ALHAMDULILLAH HIROBBIL ALAMIN
    atas RAHMAT SERTA HIDAYAH RIDHO DARI ALLAH SWT.serta berbekal ILMU KEWALIAN KAROMAH,KESAKTIAN SEJATI,serta izin dari para guru/leluhur dengan melakukan tapa brata,beliau hadir untuk
    membantu anda yg sa’at ini punya MASALAH HUTANG BESAR, BUTUH MODAL BESAR, INGIN MERUBAH NASIB,
    BANGKRUT USAHA,DI CACI MAKI,DI HINA,MENYENGSARAKAN/MENZHOLIMI ANDA ,JANGAN PUTUS ASA,KINI SAATNYA ANDA BANGKIT DARI KETERPURUKAN, RENTANGKAN SAYAPMU,RAIH DUNIAMU,GAPAI IMPIANMU,KEJAR CITA2MU,AGAR ORANG LAIN TIDAK LAGI MENGHINAMU,
    BELIAU SIAP MEMBANTU ANDA DENGAN…
    -JUAL MUSUH
    -NIKAH JIN
    -DANA GOIB
    -UANG BALIK
    -UANG MATENG
    -MEGGNDKAN UANG
    -GENDAM PENAKLUK
    -PENGASIHAN
    -PELET HITAM
    -PELET PUTIH
    -SANTET MATI
    -ANGKA/SIO JITU
    di jamin 100% berhasil & sukses
    hubungi beliau :
    KH SA’ID ABDULLAH WAHID
    (AHLI ILMU GO’IB)

    HP: 082334608008

    D/A : BATU AMPAR-GULUK GULUK –
    SUMENEP – MADURA
    JAWA TIMUR
    proses cepat tepat terpercaya
    hanya bagi yang serius
    TERIMA KASIH WASSALAM

Silahkan Tulis Komentar/Saran/Kritik Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s