Harmoni Ruang dan Air

Sumber : haritaru2013com
Sumber : haritaru2013.com

Peringatan Hari Tata Ruang (HARI TARU) diadopsi dari World Town Planning Day (WTPD) yang pertama kali dicetuskan pada tahun 1949 oleh Prof. Carlos Maria Della Paolera dari University of Boenos Aries, Argentina. Sejak tahun 1995 peringatan WTPD diperingati setiap tahun oleh lebih dari 35 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia dengan tujuan meningkatkan kesadaran publik dan para perencana terhadap penataan ruang dalam rangka menciptakan lingkungan yang layak huni.

Peringatan Hari Tata Ruang di Indonesia pertama kali pada tahun 2008 bertepatan dengan peringatan WTPD yaitu setiap tanggal 8 November. Kemudian pada tahun 2009 baru diperkenalkan Hari Tata Ruang Nasional. Peringatan Hari Tata Ruang pada tahun ini mengangkat tema Harmoni Ruang dan Air Untuk Hidup Lebih Baik”. Tema ini menjelaskan bahwa urgensi penyelenggaraan penataan ruang yang holistik dari suatu proses penataan ruang kawasan hulu dan menjaga kawasan hilir dalam satu kesatuan wilayah sebagai suatu solusi terhadap isu air dan harus mampu mengintegrasikan fungsi sosial, ekonomi dan ekologi serta mampu mengintegrasikan program dan kebijakan yang sistemik dari seluruh pemangku kepentingan. 

Instrumen Hukum

Sebagai “Kota Seribu Sungai”, keselarasan antara tata ruang dan air sangat penting, hubungan keduanya tidak bisa dipisahkan, demikian juga halnya penataan ruang di kota Banjarmasin. Banyak instrumen hukum dalam bentuk peraturan daerah yang mengakomodir pentingnya keselarasan hubungan keduanya. Sebagai contoh perda tentang bangunan panggung. Bangunan panggung merupakan wujud fisik hasil konstruksi berupa panggung serta tidak di uruk, sehingga tidak menghilangkan fungsi sebagai resapan air pada bagian fungsi bawah bangunan yang mengairi bawah bangunan. Dalam perda tersebut mengharuskan agar setiap bangunan yang didirikan menggunakan konstruksi bangunan panggung, untuk menjaga agar daerah resapan air tidak berkurang. Namun dalam pelaksanaannya perda tersebut tidak dijalankan, buktinya masih ada bangunan yang tidak menggunakan konstruksi bangunan panggung, bawah bangunan di uruk untuk dijadikan lahan parkir, akibatnya daerah resapan air tidak ada, air buangan pun cenderung dialirkan ke drainase kota. Parahnya lagi drainase kota tidak berfungsi dengan baik, dan hasilnya dapat di tebak, hanya dalam hitungan jam, jalanan di kota ini sudah tergenang air hingga mencapai lutut orang dewasa.

Di samping adanya Perda tentang Rumah Panggung, kota Banjarmasin juga memiliki Perda tentang Pengelolaan Sungai. Di dalam Perda tersebut setiap orang dilarang untuk mendirikan bangunan di sepanjang bantaran dan sempadan sungai, membuang sampah atau limbah ke sungai, mengambil sesuatu dari sungai dengan menggunakan bahan peledak hingga larangan untuk menggunakan alat transportasi yang melebihi bobot dan kecepatan yang telah ditentukan oleh rambu-rambu di sungai. Namun, lagi-lagi Perda ini hanya macan kertas, ketentuan yang sudah diatur oleh pemerintah kota tidak dijalankan sepenuhnya, buktinya masih ada yang mendirikan bangunan di atas bantaran atau sempadan sungai maupun masyarakat di sekitar bantaran sungai yang membuang sampah ke sungai. Akibatnya sungai menjadi sempit dan mengalami pendangkalan.

Peran serta Masyarakat

Mewujudkan kota Banjarmasin Bungas ini tidak hanya dibutuhkan peran dari pemerintah saja, namun yang lebih penting lagi adalah adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga agar kota tercinta kita ini bebas dari sampah dan banjir. Kiranya dengan peringatan hari tata ruang ini, dapat menjadi momentum yang baik secara bersama-sama untuk mengawal pelaksanaan Perda Kota Banjarmasin tentang Bangunan Panggung dan Pengelolaan Sungai, agar air dan penataan ruang berjalan dengan harmoni.

Ditulis oleh Sopian Hadi (MJFH 137).

Silahkan Tulis Komentar/Saran/Kritik Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s