“Stop ! Narsis Sambil Menyiksa Hewan”

Di media sosial akhir-akhir ini kerap kita jumpai orang-orang yang narsis sambil menyiksa hewan. Mereka berfoto sambil memamerkan satwa yang ditangkap bahkan disiksa. Sebagian merupakan hewan-hewan domestik semisal kucing, bahkan tidak jarang satwa-satwa langka yang dilindungi pun disiksa dan dijadikan obyek narsis. Perilaku ini melengkapi maraknya jual beli hewan online yang sudah marak sebelumnya.

Baru-baru ini sekelompok warga dari desa Sibide, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, menjerat Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Adalah akun facebook dengan nama Manullang Adisutomo yang mengunggah foto beberapa warga yang menyiksa Harimau Sumatera. Tampak ada yang memeluk kepala harimau, dan menungganginya. Sedangkan Sang Raja Hutan sendiri tampak tak berdaya dengan ceceran darah di sekitar tubuhnya.

Juga akun facebook dengan nama Polo Panitia Hari Kiamat. Ia meng-upload foto orangutan yang mati dibunuh dan dibakar. Foto unggahan tersebut ditambahi dengan status, “Dimasak gawe buka puasa” dan “Yoo dimasak bumbu kecap seger.”

Dan juga di bulan Juni 2015, giliran seekor bekantan (Nasalis larvatus) atau monyet belanda yang menjadi objek narsis penyiksaan binatang. Adalah pengguna Instagram dengan nama Novtamaputra yang mengunggah foto dirinya bersama bekantan. Melengkapi foto narsisnya, Novtamaputra membuat status, “Hasil berburu…”

Sebelumnya, Maret 2014, akun facebook Ozzy Syahputra Muhamad Akbar pun mengunggah foto satwa langka Lutung Jawa. Tampak sekumpulan orang yang membawa senapan angin berdiri dengan bangga bersama Lutung yang sudah tewas.

Ketiganya, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Orangutan (Pongo sp.), dan Bekantan (Nasalis larvatus) adalah satwa-satwa langka dan hewan dilindungi di Indonesia. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup dan hanya bisa dijumpai di pulau Sumatera. Dengan populasi yang diperkirakan hanya tinggal 400-an ekor saja, Harimau Sumatera diberikan status Critically Endangered oleh IUCN Redlist.

Orangutan, terdiri atas Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) pun sama menyandang status Endangered dan Critically Endangered. Sedangkan Bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan hewan endemik Kalimantan merupakan satwa langka dan dilindungi dengan status Endangered.

Di samping narsis sambil menyiksa satwa langka dan dilindungi, perilaku serupa ternyata juga terjadi pada hewan domestik atau peliharaan. Danang Sutowijoyo pada 28 Februari 2014, mengunggah foto- foto kucing yang ditembaknya. Dengan bangganya Danang menulis, “Anak kucing ini meregang nyawa di ujung laras Sharp TIGER baru saya. Kucing naas ini menjadi korban keganasan proyektil kaliber 4,5 mm yang dilesatkan senapan baru saya.” “Kucing sempat mengalami kejang-kejang dan akhirnya mati 2 menit kemudian. 1 shot 1 kill. Hahahaha,” imbuhnya.

Hilangnya Perikemanusiaan

Demam mengunggah foto narsis bersama hewan dan satwa yang disiksanya menunjukkan semakin hilangnya perikemanusiaan. Menunjukkan kekejaman manusia yang melebihi binatang. Dan mungkin taraf akal dan nurani yang lebih rendah dibanding objek-objek yang digunakannya sebagai bahan narsis, binatang, yang notabene tidak memiliki akal dan naluri. Padahal manusia seharusnya menjadi khalifah di muka bumi, mengelola bumi beserta isinya termasuk binatang.

Satwa-satwa seperti harimau, orangutan, dan bekantan, merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Orang yang yang membawa, menangkap, membunuh, dan menjual satwa dilindungi dapat dikenai denda Rp 100 juta dan 5 tahun penjara.

Padahal di dunia pencinta binatang dikenal yang namanya animal welfare yaitu konsep kesejahteraan satwa yang harus dipenuhi oleh setiap animal lovers (pencinta satwa). Konsep ini berlaku bagi hewan ternak, hewan kesayangan, hewan percobaan, binatang untuk kerja, dan binatang pertunjukan hingga binatang yang hidup di alam liar.

Dilihat dari sudut agama pun, perilaku narsis sambil menyiksa binatang sangat dilarang. Nabi Muhammad secara gamblang memerintahkan umat islam untuk tidak menyiksa binatang. Dalam sebuah hadits Shahih Imam Bukhari, Rasulullah bersabda, “Ada seorang wanita yang disiksa karena seekor kucing yang dikurungnya sampai mati. Hanya karena kucing itu masuk nereka. Sebab tatkala ia mengurungnya, ia tidak memberinya makan dan minum. Ia juga tidak mau melepaskannya untuk mencari makanan dari serangga dan tumbuh-tumbuhan.

Bahkan ketika menyembelih hewan pun Rasulullah mensyaratkan penyembelihan yang baik dan tidak menyiksa seperti terungkap dalam hadits Shahih Muslim; “Allah menyuruh kita agar terampil dalam segala hal. Sehingga jika kamu membunuh, maka bunuhlah dengan baik; dan jika kamu menyembelih binatang, maka lakukanlah dengan baik. Tajamkanlah mata pisaumu agar dapat meringankan penderitaan binatang yang kamu sembelih.

Setiap melihat foto yang menunjukkan perilaku narsis sambil menyiksa binatang membuat saya semakin bertanya, “Mana yang manusia dan mana yang binatang?” Mungkin sobat dapat menunjukkan?!

bekantan 1

Novtamaputra Menyiksa Hewan Bekantan

kucing

Danang Sutowijoyo Menyiksa Hewan Kucing

lutung

Ozzy Syahputra Muhamad Akbar Menyiksa Hewan Lutung

macan

Manullang Adisutomo Menyiksa Hewan Harimau

bekantan

Polo Panitia Hari Kiamat Menyiksa Hewan Orangutan

Dikutip Dari : Alamendah’s Blog

Silahkan Tulis Komentar/Saran/Kritik Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s