Melestarikan Pesona Ekosistem Terumbu Karang (Rehabilitasi Terumbu Karang Pulau Kerayaan Utara Mapala Justitia FH Unlam Banjarmasin)

      Terumbu karang merupakan rumah bagi 25 % dari seluruh biota laut dan merupakan ekosistem di dunia yang paling rapuh dan mudah punah. Oleh karena itu pengelolaan ekosistem terumbu karang demi kelestarian fungsinya sangat penting. Terumbu karang Indonesia menurut Tomascik, 1997 mempunyai luas kurang lebih 85.707 km², yang terdiri dari fringing reefs 14.542 km², barrier reefs 50.223 km², oceanic platform reefs 1.402 km², dan attols seluas 19.540 km². Terumbu karang telah dimanfaatkan oleh masyarakat melalui berbagai cara.

        Akhir-akhir ini penangkapan biota dengan cara merusak kelestarian sumber daya, seperti penggunaan bahan peledak atau zat kimia beracun (potassium sianida) telah terjadi di seluruh perairan Indonesia. Terumbu karang dan segala kehidupan yang terdapat di dalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang bernilai tinggi. Manfaat yang terkandung di dalam ekosistem terumbu karang sangat besar dan beragam, baik manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. Manfaat langsung antara lain sebagai habitat ikan dan biota lainnya, pariwisata bahari, dan lain-lain. Sedangkan manfaat tidak langsung, antara lain sebagai penahan abrasi pantai, dan pemecah gelombang.

            Pada kesempatan kali ini Mapala Justitia FH Unlam Banjarmasin melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Terumbu Karang pada tanggal 13 – 16 Juni 2019 yang bertemakan “melestarikan pesona ekosistem terumbu karang”. Rehabilitasi Terumbu Karang kali ini  menggunakan media pipa yang dirakit menggunakan lem perekat membentuk meja transplantasi dengan ukuran 100 x 100 cm sebanyak 6 meja yang satu mejanya diisi 12 bibit terumbu karang.

      Adapun tujuan kegiatan Rehabilitasi Terumbu Karang Pesisir Pantai Pulau Kerayaan untuk melindungi, mengonservasi, merehabilitasi, memanfaatkan, dan memperkaya sumber daya terumbu karang serta sistem ekologisnya secara berkelanjutan, memperkuat peran serta masyarakat dan lembaga pemerintah serta mendorong inisiatif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil agar tercapai keadilan, keseimbangan dan keberlanjutan. Terpeliharanya kelestarian ekosistem terumbu karang sebagai basis penunjang pemanfaatan sumber daya ikan berkelanjutan. Tercapainya pemanfaatan sumber daya ikan dan ekosistem terumbu karang secara rasional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terciptanya sistem dan mekanisme pengelolaan ekosistem terumbu karang berbasis masyarakat, dan terciptanya kepastian hukum dalam pemanfaatan potensi ekonomi dan jasa lingkungan ekosistem terumbu karang.

      Sumber bibit yang digunakan untuk melakukan transplantasi terumbu karang dapat bersumber dari pengambilan koloni di habibat alam. Sumber bibit berasal dari terumbu karang yang masih hidup diterumbu karang. Bibit yang dapat diambil untuk transplantasi adalah bibit transplantasi yang dalam keadaan sehat (utuh dan tidak mengelupas).

64792236_465571424176700_9221350274490190671_n64287607_386645118635438_2780792095733940849_n64772867_849300958781000_2899077944643496109_n64261072_143628320057371_5363735389430041348_n65124882_481560799269116_6700900357659509699_n64658517_2337542369840117_4363439375361878983_n64322683_2283116521940409_1748136952118499160_n62265491_1184140375098237_7044986779605549017_n

Silahkan Tulis Komentar/Saran/Kritik Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s