Seminar Lingkungan Hidup “Eksistensi Hutan Adat Di Kalimantan Selatan Pasca Putusan MK 35/PUU-X/2012″

Sejak dikeluarkannya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35 yang menegaskan hutan adat bukan lagi menjadi bagian dari hutan negara, yang menimbulkan kontroversi antar masyarakat adat serta para aktivis lingkungan yang menolak akan keluarnya putusan tersebut. Berdasarkan latar belakang masalah mengenai hal ini serta dalam momentum peringatan hari bumi kemarin kami sepakat untuk mengadakan seminar lingkungan hidup yang mengangkat tema mengenai masalah ini.

Seminar Lingkungan Hidup dengan Tema Eksistensi Hutan Adat Di Kalimantan Selatan Pasca Putusan MK35/PUU-X/2012 dihadiri oleh berbagai organisasi mahasiswa pencinta alam Sebanjarmasin dan banjarbaru,kalangan akademisi Fakultas Hukum Unlam serta masyarakat adat yang kami datangkan langsung untuk sedikit berbagi cerita mengenai putusan MK no 35 tersebut.

Seminar Lingkungan Hidup kali ini kami mengundang beberapa narasumber dari berbagai instansi serta organisasi masyarakat dan dari kalangan akademisi,Antara Lain:

1.Kanda Yasir Alfatah,S.H. perwakilan dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara

2. Bapak Rudy R.Udur perwakilan dari Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan dan,

3. Ibu Emma Sihite perwakilan dari Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat.

Serta di Moderatori Oleh,:

4. Kanda Juli Budi Suharko,S.H.

Seminar yang dimulai dari Pukul 10.00 Wita itu terbukti menyedot antusiasme para peserta seminar yang diantaranya adalah mahasiswa,menurut Kanda Yasir Alfatah putusan MK memang mengeluarkan hutan adat dari hutan negara namun hal itu tidak semerta begitu saja. ” Ada tidak adanya hutan adat itu tergantung keberadaan masyarakat adat, dari itu harus disusun kebijakan baru akan keputusan itu”jelasnya.

Perwakilan dari Walhi Kalsel Rudy R.Udur mengatakan untuk kalsel saat ini belum ada kemauan serius dan nyata untuk mengakui legalnya hutan adat. “luas peta wilayah adat kalsel ada 33 hektar dan itu harus terpisah dari hutan negara,”ungkapnya.

Wilayah adat yang terdata di kalimantan selatan ini,terbentang dari kabupaten hulu sungai tengah hingga kabupaten tabalong. ini merupakan tantangan tersendiri bagi kita untuk menjaga keberadaan hutan adat itu sendiri jangan sampai hutan tersebut diambil alih oleh kepentingan para orang orang yang tak peduli akan adanya hutan adat di Kalimantan Selatan ini. semoga kelestarian hutan adat di wilayah kalsel ini kedepannya akan diakui keberadaannya oleh pemerintah dan negara serta elemen masyarakat yang tinggal di wilayah hutan adat agar diperhatikan kesejahteraannya karena bagi mereka hutan adalah sumber kehidupan mereka. SALAM LESTARI !!!

Dokumentasi Kegiatan :

DSC_1057

Sambutan Dari Ketua Pelaksana Seminar Lingkungan Hidup.

DSC_1060

Para Peserta Seminar Lingkungan Hidup.

DSC_1076

Sambutan Dari Perwakilan Pejabat Kampus yang sekaligus membuka acara Seminar Lingkungan Hidup.

DSC_1107

Para Narasumber serta Moderator.

DSC_1150

Penyampaian Materi oleh Bapak Rudy R.udur

DSC_1167

Penyampaian Materi Oleh Ibu Emma Sihite.

DSC_1187 DSC_1193 DSC_1194

Para Peserta Seminar Yang antusias bertanya dan berbagi cerita kepada narasumber.

DSC_1231

Perwakilan Masyarakat adat yang diundang secara langsung untuk menghadiri seminar ini.