Earth Hour: Aksi Gaya Hidup Hemat Energi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut ambil bagian dalam peringatan “Earth Hour” tahun ini. Melalui surat Edaran yang dikeluarkan oleh Wakil Gubernur Kalsel, menghimbau agar masyarakat, pengelola kantor serta gedung-gedung, untuk mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai selama satu jam pada hari Sabtu, 29 Maret 2014 dari pukul 20.30 hingga 21.30

earth hour

Apa itu Earth Hour?

Earth Hour merupakan kampanye inisiasi publik, menyatukan masyarakat dari seluruh dunia untuk merayakan komitmen gaya hidup hemat energi dengan cara mematikan 2 lampu dan alat elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, misalnya pendingin ruangan, kipas angin, televisi, lampu taman. Aksi ini dilakukan sejak 2007, dan menjadi kegiatan rutin tahunan, dilakukan menjelang akhir Maret setiap tahun. Peringatan Earth Hour tahun ini serempak dilakukan diseluruh dunia pada pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat, sudah ada 7.000 kota dari 160 negara di dunia yang turut dalam aksi ini.

Alasan dipilihnya bulan Maret, karena di beberapa belahan dunia mengalami perpindahan musim, dari musim semi ke musim gugur, sehingga cuaca tersebut paling kondusif bagi semua negara yang ingin berpartisipasi di Earth Hour, karena di beberapa negara tidak perlu menggunakan pendingin atau pemanas ruangan.

Earth Hour merupakan aksi sukarela mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak terpakai tanda penghematan energi. Earth Hour bertujuan untuk mendorong semua pihak untuk melakukan perubahan gaya hidup, dimulai dari hal-hal yang kecil seperti mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai.

Ditengah krisis energi listrik di Indonesia, aksi Earth Hour ini bisa dijadikan momentum untuk memulai hidup hemat energi. Mungkin aksi ini tidak begitu berdampak besar, namun jika Jika mayoritas penduduk Kalimantan, Sumatera, Sulawesi Jawa dan Bali berhasil melakukan penghematan energi, hal ini bisa mendorong pemerataan pasokan listrik di seluruh wilayah Indonesia sehingga bisa mengurangi pemadaman bergilir di wilayah-wilayah lainnya.

Jadikan Gaya Hidup

Gaya hidup hemat energi tidak cukup hanya dengan berpartisipasi di Earth Hour saja, tetapi harus terus dibuktikan setiap hari, dan diikuti dengan mengubah gaya hidup ramah lingkungan lainnya, seperti mengendalikan penggunaan listrik, hemat air, hemat penggunaan kertas/tisu, aktivasi transportasi publik, mengurangi potensi sampah/melakukan pemilahan sampah, dan lain-lain. Akhirnya semoga peringatan Earth Hour tahun ini tidak hanya sekedar seremoni mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai selama satu jam, namun mengetuk kesadaran kita untuk mulai dari sekarang berhemat energi. “Setelah Satu Jam, Jadikan Gaya Hidup”

 

Oleh: Sopian Hadi

Mapala Justitia FH Unlam