” GEMPA BUMI DI SABAH – SETELAH TURIS BERBUGIL RIA DI PUNCAK GUNUNG KINABALU “

Gunung Kinabalu yang terletak di Sabah, Malaysia merupakan puncak tertinggi di Malaysia dan puncak tertinggi di Asia Tenggara yang ketinggiannya mencapai 4,095 meter dari permukaan laut. Gunung Kinabalu adalah gunung suci bagi rumpun Dayak Kadazandusun. Kaum Kadazandusun percaya gunung ini milik KINOHORINGAN (Tuhan didalam kepercayaan Dayak Kadazandusun), tetapi masih ada beberapa makhluk berkuasa dibawah kinorohingan yang menjaga gunung ini seperti Tobukar, Aki Nabalu/Gayo Ngaran, Tumotolong dan Komburawan.

Tobukar adalah naga yang menjadi Binatang peliharaan Kinorohingan yang menjaga puncak gunungKinabalu dan dunia bawah bumi; Aki Nabalu/Gayo Ngaran adalah makhluk yang bertanggungjawab menjaga keseluruhan gunung ini mulai dari kakinya sampai puncaknya; Sedangkan Komburawan adalah makhluk berupa burung atau ayam jantan putih raksasa yang menjaga suku-suku Dayak Kadazandusun yang tinggal di sekitar gunung Kinabalu; Tumotolong adalah dewa perang kaum Kadazandusun yg menjadi tempat orang Kadazandusun memohon kekuatan untuk kejayaan dalam suatu perang. Kesemua makhluk ini tinggal digunung ini, yang paling berkuasa adalah Aki Nabalu/Gayo Ngaran. Setiap tahun diadakan ritual Monolob untuk memohon restu kepada Aki Nabalu/Gayo Ngaran supaya wisatawan bisa naik gunung ini tanpa dinggangu roh-roh halus di sini dan dijauhkan dari segala Kecelakaan.

Beberapa waktu lalu tepatnya pada tanggal 5 juni 2015, terjadi gempa hebat di Gunung Kinabalu mencapai 6 SR, hal ini terjadi tepat setelah sekelompok turis melakukan aksi bugil / nudist di puncak gunung Kinabalu dan mempostingkannya di sosial media. Karena secara geologis Pulau Kalimantan tidak dilewati oleh lempeng vulkanik, sebenaranya gempa yang besar seperti ini adalah suatu yang agak sukar dijelaskan. Terlepas dari penjelasan ilmiah, banyak orang percaya gempa yang berpusat di gunung Kinabalu itu disebabkan oleh tindakan sekumpulan wistawan dari Barat yang melakukan aktivitas di luar norma moral masyarakat Dayak Kadazandusun. Perbuatan tidak bermoral mereka di gunung tersuci kaum Kadazandusun ini dianggap telah mengundung kemarahan Penguasa yang menjaga gunung ini.

bugil

Para bule yang melakukan aksi berbugil ria di puncak Gunung Kinabalu

Akibat gempa ini 16 orang meninggal dunia, korban tewas tercatat sebagai enam warga negara Malaysia, masing-masing satu Filipina, Tiongkok dan Jepang, serta tujuh warga negara Singapura. Termasuk di antara korban adalah anak-anak yang sedang melakukan kegiatan pendakian sekolah dan lebih dari 130 orang dari 16 negara masih terjebak di puncak gunung kinabalu. Bahkan puncak gunung Kinabalu ada yang runtuh, sehingga mengubah bentuk puncak Gunung Kinabalu. Anehnya lagi setelah kejadian gempa gunung kinabalu, konon kabarnya muncul penampakan awan mirip muka tokoh Kadazandusun pertama yang sampai di puncak Gunung Kinabalu yaitu Aki Gunting Lagadan di bekas reruntuhan tebing GunungKinabalu.

penampakan

Penampakan Sosok Aki Gunting Lagadan

muha aki

Penampakan Aki Gunting Lagadan

foto aki

Foto Aki Gunting Lagadan

Perbuatan para turis bule itu membuat marah masyarakat Dayak Kadazandusun. Kaum Kadazandusun meminta pihak berwewenang untuk mengenali siapa wistawan yang melakukan hal tersebut untuk dibawa kepengadilan adat. Karena menurut sumber guide gunung, wisatawan yang melakukan itu sudah diperingatkan supaya tidak melakukan aksi berbugil ria tetapi mereka berkeras mau melakukan. Dan dengan sigap saja mereka ditangkap dan ditahan, kemudian dikenakan denda.

Maka dilakukanlah suatu ritual oleh masyarakat Dayak Kadazandusun untuk meredakan amarah semangat Gunung Kinabalu – maka dibacakanlah sebuah rinait / mantera OBIYAI KOI NOH AKI NABALU dengan nada yang amat sedih, berbunyi demikian:

Aki Nabalu… Aki Nabalu
Ulah noh aki… Sudahlah Aki (Aki=kakek)
Kada nodii kumaus…. jangan lagi merajuk
Kada nodii tumogod… jaagan lagi marah
Obiyai koi noh mantad sokob katagadan nu
Ulah nodi… Ampunilah kami dari semua perasaan marahmu, cukuplah
Sontob kinantakan it minonosomu sinundu nu… dari semua kejadian yang telah mencemarkan semangat mu
Ginawo dagai miagal nogi ginawo nu ii naganitan… hati kami juga seperti hatimu yang disakiti
Nopoliyos ginawo dagai… Hati kami hancur
Kobolingkahangan it minongunsub ti riniba dagai… malapetaka yang telah menimpa dunia kami
Gisom poddi romou ot kahang-kahangan dagai… Hanya air mata yang kami dapat
Opusok om otongob opurimanan ya… kami merasa lemas dan resah
Obiyai koi noh oi Aki… Ampunilah kami Wahai Aki

aki ritual

Para bobilian membacakan rinait

Bahkan Bobolian (belian/imam) Tindarama Aman Sirom Simbuna, salah satu belian atau imam termasyhur di Sabah meminta bule yang berbugil ria di Gunung Kinabalu untuk membayar “sogit” (sanksi adat) sebesar 10 ekor kerbau untuk meredakan kemarahan Kinorohingan.

Memang agak aneh, folks boleh percaya atau tidak tetapi sebelum ini belum pernah terjadi gempa semacam ini di wilayah Kalimantan khususnya Sabah, dan gempa terjadi tidak lama setelah sekumpulan wistawan barat berbugil ria di atas puncak gunung ini. Tetapi pelajaran yang bisa diambil adalah hargai kearifan lokal dan hargai tempat-tempat yang dianggap suci atau keramat bagi suatu kelompok masyarakat, dan turut berdukacita buat para korban gempa bumi kinabalu – Kinohoringan memberi kekuatan.

gempa

Dampak Gempa Kinabalu

gempa wal

Dampak Gempa Kinabalu

gempa coy

Dampak Gempa Kinabalu

Dikutip Dari  : FolksOfDayak.wordpress.com